Ramadhan Bulan Latihan:
Mewujudkan Fitrah Kemanusiaan.
Bulan
Ramadhan adalah bulan yang sangat agung. Pada bulan ini semua amal kebajikan
dilipatgandakan. Rasulullah SAW menerangkan bahwa pada bulan ini nilai kebaikan
dilipatgandakan menjadi 10 kali lipat. Dihadits yang lain dikatakan bahwa
sampai 700 kali lipat penggandaan nilai amal kebaikan. Betapa besarnya bukti sayang
Allah pada hambanya. Bukti sayang lain Allah pada hambanya di bulan ini yakni
melatih hamba-Nya agar senantiasa berada pada fitrah kemanusiaan yang cinta
kedamaian, kasih sayang, dan kelembuatan.
Seseorang
yang berpuasa akan dapat bernilai ibadah puasanya bilamana dia dapat menahan
diri dari perkataan dan perbuatan keji. Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita
bahwa kalau kita belum dapat meninggalkan perkataan dan perbuatan keji maka
tidak artinya kita meninggalkan makan dan minum, sebagaimana tercantum dalam
hadits nomor 1770 dalam riwayat Bukhari. Agar ibadah puasa kita dapat diterima
sebagai amal kebaikan yang bernilai harus kita tinggalkan perkataan dan perbuatan
keji. Usaha dengan mengekang nafsu agar terhindar dari perbuatan dan perkataan
keji merupakan bentuk latihan. Latihan ini bila tidak dipaksa untuk dilakukan maka
tidak mungkin dapat meraih nilai dari ibadah puasa. Hasil dari latihan ini akan
menjadi kebiaasan dalam kesehariaan hidup kita di dalam melalui hari-hari
kehidupan. Akhirnya dengan terbiasa dari tidak melakukan perkataan dan
perbuatan keji membuatnya tidak nyaman ketika akan melakukannya. Ketidaknyamanan
dengan perkataan dan perbuatan keji ini wujud dari fitrah manusia yang cinta
damai.
Pada
bulan Ramadhan ini manusia beriman berlomba-lomba untuk mendapat derajat
tertinggi dari keimanannya yaitu takwa. Salah satu jalan untuk meraih ketakwaan
harus dengan keimanan yang sesungguhnya. Ciri Keimanannya sesungguhnya seseorang
Allah nyatakan diantarannya yaitu orang menginfakkan sebagian rizki yang Ia
miliki. Ciri keimanan ini Allah pertegas dalam Al-quran surah Al-anfal
ayat ke-3. Berbagi rizki dengan sesama pada
bulan ramadhan biasa dilakukan melalui kegiatan berbagi takjil. Bebagi takjil
sebagai salah satu jalan untuk mendapat kebaikan yang berlipat ganda.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa orang yang memberi buka puasa untuk orang
berpuasa dia akan mendapatkan kebaikan sebagaimana kebaikan orang yang berpuasa
tanpa mengurangi nilai dari puasa orang yang berpuasa tersebut. Betapa indahnya
Islam mengajarkan kita untuk saling berbagi dengan sesama. Kegiatan berbagi ini
akan menumbuhkan rasa kasih sayang diantara keduanya. Prilaku ini merupakan bentuk
latihan untuk menumbuhkan rasa kasih-sayang terhadap sesama. Hasil dari kebiasaan
berbagi yang kita lakukan selama bulan ramadhan akan menjadi budaya berbagi pada
waktu berikutnya pada setiap kesempatan selama hayat dikandung badan. Pada
akhirnya rasa kasih-sayang akan terus tumbuh dan kuat antar sesama manusia
sebagai wujud dari kefitrahan manusia.
Dua
fitrah kemanusiaan di atas akan bernilai tambah bila diiringi dengan
kelembutan. Lembut adalah sifat yang Rasulullah SAW ajarkan pada kita. Dalam sebuah
hadits diceritakan bahwa Rasulullah SAW sangat lembut dan beliau lebih lembut
pada bulan Ramadhan. Prilaku yang kita latih untuk dihadirkan selama bulan
Ramadhan mudahan menjadikan manusia sejati.
Herdiyanto
Ramdan; Ropang, 18 Ramdahan 1440 H






Tidak ada komentar:
Posting Komentar